Uji Heteroskedastisitas Metode Grafik SPSS 1.7

Pengujian indikasi heteroskedastisitas dengan metode grafik/scatterplot dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
Misalkan kita memiliki data seperti berikut:
1. Jalankan regresi linier dengan SPSS, untuk langkah melakukan regresi linier dapat dijalankan dengan comand ANALYZE – REGRESSION – LINEAR,
2.  Masukkan variabel sesuai dengan jenisnya (dependen dan independen) seperti berikut:
3. Klik PLOT disamping kanan,
4. Setelah muncul kotak dialog Linear Regression Plot, masukkan pada sumbu X - predicted dependent variables atau ZPRED serta pada sumbu Y - residual atau ZRESID, lalu centang Normal Probability Plots, - CONTINUE:
5. Setelah itu Klik OK, maka akan ditampilkan output seperti berikut:
Dapat kita lihat bahwa pada model bersifat homoskedastik, tidak terdapat masalahheteroskedastisitas, dimana peningkatan nilai variabel dependen pada sumbu X diikuti dengan peningkatan residual.
Berikut ini adalah contoh scatterplot dengan indikasi adanya masalah heteroskedastisitas:
Lihat pola scatterplot berikut, peningkatan nilai error pada sumbu X diikuti dengan keragaman yang meningkat pada sumbu Y.
This entry was posted in spss. Bookmark the permalink.

6 Responses to Uji Heteroskedastisitas Metode Grafik SPSS 1.7

  1. Lihat pola scatterplot berikut, peningkatan nilai error pada sumbu X diikuti dengan keragaman yang meningkat pada sumbu Y.

  2. Aurelio Todd says:

    Lihat pola scatterplot berikut, peningkatan nilai error pada sumbu X diikuti dengan keragaman yang meningkat pada sumbu Y.

  3. Leroy Watson says:

    Lihat pola scatterplot berikut, peningkatan nilai error pada sumbu X diikuti dengan keragaman yang meningkat pada sumbu Y.

  4. merupakan alat untuk menyajikan data kuantitatif dalam format grafis, mirip dengan histogram, yaitu untuk membantu dalam memvisualisasikan bentuk distribusi data yang sering digunakan dalam analisis eksploras, Stem-and-leaf plot menggambarkan/menyajikan data dengan cara memisahkan setiap nilai menjadi dua bagian: bagian batang (stem) yaitu digit angka paling kiri dan diikuti dengan angka berikutnya, yaitu daun (leaf), digit angka paling kanan.

  5. Contoh: Pengaruh antara kepuasan (X) terhadap kinerja (Y) dengan skala likert antara 1 sampai dengan 5. Hasil output yang digunakan adalah standardized coefficients sehingga Y = 0,21 X dan diinterpretasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja akan diikuti dengan peningkatan kinerja atau penurunan kepuasan kerja juga akan diikuti dengan penurunan kinerja. Peningkatan kepuasan kerja dalam satu satuan unit akan diikuti dengan peningkatan kinerja sebesar 0,21 (21%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>